PERAN MASYARAKAT JAMBI DALAM KWALITAS TERΗADAP KEBUDAYAANNYA




PERAN MASYARAKAT JAMBI DALAM KWALITAS TERΗADAP KEBUDAYAANNYA



KELOMPOK 3
TUGAS                       NAMA                                                  NIM
KETUA                       IRWAN SUSANTO                              12132922       
BAB 1                         AHKMAD RIDWAN                          
BAB 2                         WULAN RIA MELDANI                    12133811
BAB 3                         FITRI FEBRIANI                                
BAB 4                        ALDIO WIBOWO SAPUTRA             12133941
VIDEO                       AFIF AJI WERDIANTORO                12134062
KAMERA                   ISWAYUDI                                        
POWER POINT         MICHAEL THOMAS KAIOLA         12134752
WAWANCARA         DERRY ULFAMI                                 12132977                   







         Makalah ini bertujuaan mengetahui tentang peran masyarakat Jambi dalam kwalitas terhadap kebudayaannya. Kajian deskriptif kualitatif dengan studi pustaka menjadi metode pengumpulan data. Dalam masyarakat Jambi menjaga kwalitas terhadap kebudayaannya merupakan salah satu cara agar masyarakat ikut berperan aktif dalam melestarikan budaya lokal. Sehingga tidak tergerus budaya asing atau budaya yang tidak cocok dengan budaya lokal.
Kata kunci : peran masyarakat Jambi, menjaga kualitas budaya lokal.


Kata Pengantar

       syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang tema Budaya dan Kualitas berikut dengan judul peran masyarakat Jambi dalam kwalitas terhadap kebudayaannya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Hendro selaku Dosen mata kuliah Metode Penelitian Bina Sarana Informatika memberi tugas .
       Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai
pentingnya melestarikan budaya nusantara dan turut andil dalam melindungi kualitas yang telah turun menurun di terapkan dalam lingkungan terkait. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.







BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Indonesia memiliki banyak keragaman suku bangsa, menurut Koentjaraningrat jumlah suku bangsa yang mendiami wilayah NKRI berjumlah 119. Setiap suku bangsa yang ada menyebar di 34 provinsi di Indonesia dan mendiami pulau-pulau yang ada, seperti pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Papua dan pulau-pulau kecil lainnya.
Setiap suku bangsa memiliki kekayaan kebudayaan masing-masing dengan keberagaman yang mewarnai setiap daerah.  Masing-masing kebudayaan memiliki karakteristik yang unik dan berbeda antar daerah. Hal inilah yang membuat bangsa Indonesia memiliki keunikan dimata dunia. Setiap kebudayaan memiliki peran tersendiri dalam masyarakat yang menunjang kebudayaan nasional. Hal ini merupakan sesuatu yang positif yang dimiliki bangsa Indonesia dimana banyak bangsa asing yang tertarik dan berkunjung untuk menikmati kebudayaan Indonesia yang khas. Namun sangat disayangkan pengaruh globalisasi yang hebat justru menggerus kebudayaan lokal dan perlahan tenggelam bersamaan dengan generasi muda yang meninggalkan kebudayaan lokal dan diganti dengan kebudayaan asing yang dipandang lebih modern.
Tiap-tiap masyarakat suatu daerah memiliki budaya yang merupakan identitas yang harus dihormati dan dijaga serta dilestarikan agar kebudayaan tersebut tidak menghilang begitu saja. Serupa akan tantangan itu kebudayaan merupakan salah satu instrument yang membedakan wilayah yang satu dengan lainnya. Kebanggaan bangsa Indonesia akan budaya yang beraneka ragam merupakan tantangan bagi seluruh rakyat untuk mempertahankan budaya lokal agar tidak menghilang.
Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal mudah dilupakan dan ditinggalkan oleh suatu masyarakat salah satu nya ialah masuknya budaya asing yang berasimilasi ataupun berakulturasi di masyarakat. Faktor lainnya ialah kesadaran masyarakat dalam mempertahankan dan melestarikan yang masih kurang. Oleh sebab itu masyarakat perlu berperan serta dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal sebagai kebanggaan yang tak ternilai harganya.



Salah satu kebudayaan yang harus dilestarikan dan dijaga kualitasnya adalah kebudayaan lokal yang ada di Provinsi Jambi. Yang berbatasan langsung sebelah Utara dengan Riau, sebelah Selatan dengan Sumatera Selatan, sebelah Barat dengan Sumatera Barat, Bengkulu dan sebelah Timur dengan Pulau Bangka.
Provinsi yang memiliki luas wilayah 53.4 35,72 km2 dengan 9 Kabupaten dan 2 Kotamadya ini memiliki banyak sekali kekayaan budaya yang harus dilestarikan dan masyarakat jambi memiliki peran sentral dalam melestarikan dan menjaga kualitas budayanya.

1.2 RUMUSAN MASALAΗ
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut
1. Bagaimana peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal ?
2. Bagaimana peran masyarakat Jambi dalam menjaga kualitas terhadap budaya di lingkungan Provinsi Jambi ?
1.3 TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sejalan dengan rumusan masalah yang ada yaitu :
1.Untuk mengetahui peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal
2.Untuk mengetahui peran masyarakat Jambi dalam menjaga kualitas terhadap budaya di lingkungan Povinsi Jambi


            BAB II
LANDASAN TEORI

Definisi budaya menurut para ahli :
1. Nostrand (1989: 51)
          Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.
2. Richard brisling (1990: 11)
          Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai, pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar" dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat.
3. Croydon (1973: 4)
          Budaya adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi dari kontrol boneka gerakannya.
4. Larson dan Smalley (1972: 39)
          Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap
masalah status, dan membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan komunitas persegi persegi.
5. Ralph Linton (1945: 30)
          Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.
6. Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan spiritual.
7. Al. Krueber (1958: 582-583)
          Kebudayaan sebagai suatu sistem Dari ide-ide dan Konsep-Konsep Kebudayaan Dari wujud sebagai rangkaian tindakan berpola suatu aktivitas dan Manusia yang.
8. Sir Edwards B Tylor (1871: 1)
          Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat.
9. C. Klluckhohn (1949: 35)
Sebagai total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial yang diperoleh individu dari grupnya.
10. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.
11. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
12. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
13. Francis Merill
Kwbudayaan merupakan Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social,semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.
14. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat.
15. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.
16. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
17.Edward Spranger
Kebudayaan sebagai segala bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat. Sedangkan peradaban ialah perwujudan kemajuan teknologi dan pola material kehidupannya.
18.Herskovits
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik.

19.Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.
20. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
21. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
22.Effat al-Syarqawi
yang mengartikan  kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu

Definisi kualitas menurut para ahli :
1.Juran (1962)
“kualitas adalah kesesuaian dengan tujuan atau manfaatnya.”Crosby (1979) “kualitas adalah kesesuaian dengan kebutuhan yang meliputiavailability, delivery, realibility, maintainability, dan cost effectivenes
2.Feigenbaum (1991)
“kualitas merupakan keseluruhan karakteristik produk dan jasa yang meliputi marketing, engineering, manufacture , dan maintenance,dalam mana produk dan jasa tersebut dalam pemakaianya akan sesuai dengankebutuhan dan harapan pelanggan.
3.Elliot (1993)
“kualitas adalah sesuatu yang berbeda untuk orang yang berbedadan tergantung pada waktu dan tempat atau dikatakan sesuai dengan tujuan.
4.American Society for quality Control
kualitas adalah totalitas bentuk dan karakteristik barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tampak jelas maupun tersembunyi (Render dan Herizer, 1997:92).
5.Ariani, 2004: 3
Ada dua segi umum tentang kualitas yaitu, kualitas rancangan dankualitas kecocokan. Semua barang dan jasa dihasilkan dalam berbagai tingkatkualitas. Variasi dalam tingkat ini memang disengaja,
6.Deming
berpendapat Pengertian Definisi Kualitas adalah ‘mempertemukan kebutuhan dan harapan konsumen secara berkelanjutan atas harga yang telah merekabayarkan’. Filosofi Deming membangun kualitas sebagai suatu sistem (Bhat dan Cozzolino, 1993:1
            BAB III
PEMBAHASAN


3.1 Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi/riset, adalah tekhnik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat lebih dekat kegiatan yang sedang dilakukan. Dengan melakukan observasi kita dapat menjelaskan secara tepat, akurat, dan teliti, tidak boleh dibuat-buat sesuai keinginan penulis.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

            1. Tempat Penelitian
Dalam mengerjakan tugas ini penulis melakukan penelitian di ANJUNGAN JAMBI yang berlokasi di TAMAN MINI INDONESIA INDAH(TMII). Lokasi tersebut dipilih karena memiliki semua aspek pendukung agar penelitian dapat berjalan dengan baik.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17 mei 2015 pukul 09.00 – 10.15 WIB.

3.3 Jenis Kegiatan

·         KEGIATAN AWAL
Tiba dilokasi anjungan Sulawesi Tenggara pada pukul 07.00 WIB.
Untuk melakukan pembagian lokasi penelitian, pembagian tema, dan judul yang akan di observasi. Lalu dari tema yang sudah ada dibuat pertanyaan tentang apa yang diperlukan dalam mengumpulkan data-data dari tempat penelitian tersebut yaitu anjungan Jambi yang berada di taman mini Indonesia indah (tmii) dan sebelum menuju ke tempan penelitian setiap kelompok harus mempresentasikan yel-yel yang sudah dibuat sebelumnya.

·         KEGIATAN INTI
Berangkat menuju lokasi yang sudah di berikan yaitu anjungan Jambi yang berada di taman mini Indonesia indah(TMII). Setelah sampai, kita melakukan wawancara kepada beberapa orang yang berada di anjungan Jambi, yaitu mewawancarai kepala atau pimpinan dari anjungan jambi, mewawancarai staff anjungan jambi, mewawancarai petugas keamanan anjungan jambi, mewawancarai pedagang yang berada di anjungan jambi, mewawancarai beberapa pengunjung anjungan jambi. Dengan mewawancarai beberapa orang yang berada di anjungan jambi kita bertujuan agar dapat mengetahu apa motivasi orang datang ke sana dan bagaimana kinerja karyawan yang ada di anjungan jambi.


·         KEGIATAN AKHIR
Setelah selesai melakukan penelitian kami berkumpul kembali di anjungan Sulawesi tenggara pada pukul 10.15 WIB untuk berkoordinasi kembali kepada dosen yang bersangkutan untuk pembuatan dan pembagian tugas.

3.4 Sejarah Anjungan Jambi
Propinsi Jambi mempunyai luas 53.435,72 km2, terletak di tengah pulau Sumatera.Di sebelah utara berbatasan dengan Propinsi Riau, sebelah selatan dengan propinsi Sumatera Selatanm sebelah barat dengan propinsi Sumatera Barat dan sebelah timur dengan Selat Berhala.
Anjungan Jambi di TMII adalah gambaran mengenai daerah tersebut dengan diwakili oleh sebuah bangunan yang terdiri dari bangunan rumah adat yang berbentuk panggung terbuat dari kayu Bulian.

3.5 Struktur Organisasi dan Funsinya

Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di inginkan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Oleh karena itu dengan adanya struktur organisasi itu bisa mempermudah pembagian tugas sesuai dengan pekerjaan masing-masing.

               










Adapun struktur organisasi dan tugas yang terdapat di anjungan jambi adalah sebagai berikut:

















KEPALA ANJUNGAN
Adalah orang yang mempunyai tanggung jawab untuk memimpin, mengkoordinasi, mengawasi, dan mengendalikan pelaksanaan tugas dan fungsi anjungan di wilayah tempat kerjanya.

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
Adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi, tugas, tanggung jawab dan wewenang seorang pegawai yang berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.


SUB BAGIAN TATA USAHA
Adalah orang yang memiliki tugas sebagai berikut :
·         Merencanakan program kerja dan rencana kegiatan ketatausahaan;
·         Menyiapkan bahan penyusunan usulan rencana anggaran belanja ketatausahaan;
·         Menghimpun dan mempelajari pedoman pelaksanaan tugas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
·         Mengatur dan menyelenggarakan urusan surat menyurat serta penyimpanan arsip/dokumen;
·         Memantau, memeriksa dan meneliti pekerjaan staf;
·         Melaporkan pelaksanaan program kerja dan kegiatan kepada Kepala Kantor;
·         Memberi masukan, saran, pendapat dan pertimbangan kepada Kepala Kantor sesuai bidang tugas;
·         Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Kantor.

SEKSI PROTOKOL DAN HUMAS
Adalah orang yang memiliki tugas sebagai berikut :
·         Menyusun dan menyelaraskan program kerja
·         Melaksanakan fasilitasi dan koordinasi sesuai dengan tugasnya
·         Menyusun dan menyelaraskan rencana / program kerja, pedoman dan petunjuk teknis
·         Menyusun pedoman dan petunjuk teknis, mengumpulkan, menggandakan, mendokumentasikan, mendistribusikan dan mempublikasikan pelaksanaan kegiatan pemerintahan daerah;
·         Melaksanakan evaluasi dan membuat laporan terhadap pelaksanaan tugas.

SEKSI HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA
Seksi hubungan antar lembaga mempunyai tugas menyiapkan bahan merumuskan kebijakan teknis, melaksanakan fasilitasi hubungan antara pemerintah. Adapun tugas yang dimiliki adalah sebagai berikut:
·         Menyusun dan menyelaraskan rencana / program kerja di seksi hubungan antar lembaga;
·         Mempersiapkan bahan dan merumuskan kebijakan teknis hubungan antar lembaga;
·         Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan di bidang hubungan antar lembaga;
·         Mengevaluasi dan membuat laporan pelaksanaan tugas di seksi hubungan antar lembaga;
·         Melaksanakan tugas kedinasan lain yag di berikan oleh Kepala Kantor;
·         Mengelola sarana dan prasarana hubungan antar lembaga.


SEKSI PROMOSI DAN INFORMASI
Adalah orang yang memiliki tugas sebagai berikut :
·         Menyusun rencana program/kegiatan seksi promosi di bidang informasi.
·         Mengumpulkan dan mengkaji bahan perumusan kebijakan teknis promosi dan informasi.
·         Melaksanakan perencanaan, pembinaan, pengendalian dan pengembangan  promosi dan informasi.
·         Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data promosi dan informasi untuk menentukan prioritas program.
·         Mengkoordinasikan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait dalam pameran promosi daerah.
·         Melaksanakan kegiatan promosi penanaman modal pengawasan dan evaluasi bidang promosi daerah.
·         Memberikan dan mengawasi persetujuan penyelenggaraan pameran dagang nasional dan lokal.
·         Memberi petunjuk, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan.
·         Memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan sebagai bahan masukan.
·         Melaksanakan tertib administrasi pelaksanaan tugas/kegiatan seksi promosi dan informasi.
·         Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas/kegiatan seksi promosi dan informasi.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0