PERAN
MASYARAKAT JAMBI DALAM KWALITAS
TERΗADAP KEBUDAYAANNYA
KELOMPOK 3
TUGAS NAMA
NIM
KETUA IRWAN SUSANTO 12132922
BAB 1 AHKMAD RIDWAN
BAB 2 WULAN RIA MELDANI 12133811
BAB 3 FITRI FEBRIANI
BAB 4 ALDIO WIBOWO SAPUTRA 12133941
VIDEO AFIF AJI WERDIANTORO 12134062
KAMERA ISWAYUDI
POWER POINT MICHAEL THOMAS KAIOLA 12134752
WAWANCARA DERRY ULFAMI 12132977
Makalah ini bertujuan mengetahui tentang peran
masyarakat Jambi
dalam kwalitas
terhadap kebudayaannya. Kajian deskriptif
kualitatif dengan studi pustaka menjadi metode pengumpulan data. Dalam
masyarakat Jambi menjaga kwalitas
terhadap kebudayaannya merupakan salah satu cara agar masyarakat ikut berperan
aktif dalam melestarikan
budaya lokal.
Sehingga tidak
tergerus budaya asing atau budaya yang tidak cocok dengan budaya lokal.
Kata kunci : peran
masyarakat Jambi, menjaga kualitas budaya lokal.
Kata
Pengantar
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah tentang tema Budaya dan Kualitas berikut dengan
judul peran
masyarakat Jambi dalam kwalitas terhadap kebudayaannya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Hendro
selaku Dosen mata kuliah Metode Penelitian Bina Sarana Informatika memberi
tugas .
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pentingnya melestarikan budaya nusantara dan turut andil dalam melindungi kualitas yang telah turun menurun di terapkan dalam lingkungan terkait. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pentingnya melestarikan budaya nusantara dan turut andil dalam melindungi kualitas yang telah turun menurun di terapkan dalam lingkungan terkait. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Indonesia
memiliki banyak keragaman suku bangsa, menurut Koentjaraningrat jumlah suku
bangsa yang mendiami wilayah NKRI berjumlah 119. Setiap suku bangsa yang ada
menyebar di 34 provinsi di Indonesia dan mendiami pulau-pulau yang ada, seperti
pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Papua dan pulau-pulau kecil lainnya.
Setiap
suku bangsa memiliki kekayaan kebudayaan masing-masing dengan keberagaman yang
mewarnai setiap daerah. Masing-masing
kebudayaan memiliki karakteristik
yang unik dan berbeda antar daerah. Hal inilah yang membuat bangsa Indonesia
memiliki keunikan dimata dunia. Setiap kebudayaan memiliki peran tersendiri
dalam masyarakat yang menunjang kebudayaan nasional. Hal ini merupakan sesuatu
yang positif yang dimiliki bangsa Indonesia dimana banyak bangsa asing yang
tertarik dan
berkunjung untuk menikmati kebudayaan Indonesia yang khas. Namun sangat
disayangkan pengaruh globalisasi yang hebat justru menggerus
kebudayaan lokal
dan perlahan tenggelam bersamaan dengan generasi muda yang meninggalkan
kebudayaan lokal
dan diganti dengan kebudayaan asing yang dipandang lebih modern.
Tiap-tiap
masyarakat suatu daerah memiliki budaya yang merupakan identitas yang harus dihormati dan dijaga serta dilestarikan
agar kebudayaan tersebut tidak menghilang begitu saja. Serupa akan tantangan itu kebudayaan merupakan salah satu instrument yang membedakan
wilayah yang satu dengan lainnya. Kebanggaan bangsa Indonesia akan budaya yang beraneka ragam
merupakan tantangan bagi seluruh
rakyat untuk mempertahankan
budaya lokal
agar tidak menghilang.
Banyak
faktor yang
menyebabkan budaya lokal
mudah dilupakan dan ditinggalkan oleh suatu masyarakat salah satu nya ialah
masuknya budaya asing yang berasimilasi ataupun berakulturasi di masyarakat. Faktor lainnya
ialah kesadaran
masyarakat dalam mempertahankan
dan melestarikan yang masih
kurang. Oleh sebab itu masyarakat perlu berperan serta dalam menjaga dan
melestarikan budaya lokal
sebagai kebanggaan yang tak ternilai harganya.
Salah
satu kebudayaan yang harus dilestarikan dan dijaga kualitasnya adalah kebudayaan lokal yang ada di Provinsi Jambi. Yang
berbatasan langsung sebelah
Utara dengan Riau, sebelah Selatan dengan
Sumatera Selatan, sebelah Barat dengan Sumatera Barat, Bengkulu dan sebelah Timur dengan Pulau Bangka.
Provinsi
yang memiliki luas wilayah
53.4 35,72 km2 dengan 9 Kabupaten
dan 2 Kotamadya ini
memiliki banyak sekali kekayaan budaya yang harus dilestarikan dan masyarakat jambi memiliki peran sentral dalam melestarikan dan menjaga kualitas budayanya.
1.2 RUMUSAN MASALAΗ
Berdasarkan latar
belakang yang telah dikemukakan, maka
dirumuskan permasalahan sebagai berikut
1. Bagaimana peran
masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal ?
2. Bagaimana peran
masyarakat Jambi dalam menjaga kualitas terhadap budaya di lingkungan Provinsi
Jambi ?
1.3 TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan
makalah ini adalah sejalan dengan rumusan masalah yang ada yaitu :
1.Untuk mengetahui
peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal
2.Untuk mengetahui
peran masyarakat Jambi dalam menjaga kualitas terhadap budaya di lingkungan
Povinsi Jambi
BAB II
LANDASAN TEORI
Definisi budaya
menurut para ahli :
1. Nostrand (1989: 51)
Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.
2. Richard brisling (1990: 11)
Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai, pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar" dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat.
3. Croydon (1973: 4)
Budaya adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi dari kontrol boneka gerakannya.
4. Larson dan Smalley (1972: 39)
Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap
masalah status, dan membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan komunitas persegi persegi.
5. Ralph Linton (1945: 30)
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.
6. Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan spiritual.
Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.
2. Richard brisling (1990: 11)
Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai, pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar" dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat.
3. Croydon (1973: 4)
Budaya adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi dari kontrol boneka gerakannya.
4. Larson dan Smalley (1972: 39)
Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap
masalah status, dan membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan komunitas persegi persegi.
5. Ralph Linton (1945: 30)
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih.
6. Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan spiritual.
7. Al. Krueber (1958: 582-583)
Kebudayaan sebagai suatu sistem Dari ide-ide dan Konsep-Konsep Kebudayaan Dari wujud sebagai rangkaian tindakan berpola suatu aktivitas dan Manusia yang.
Kebudayaan sebagai suatu sistem Dari ide-ide dan Konsep-Konsep Kebudayaan Dari wujud sebagai rangkaian tindakan berpola suatu aktivitas dan Manusia yang.
8. Sir Edwards B Tylor (1871: 1)
Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat.
9. C. Klluckhohn (1949: 35)
Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat.
9. C. Klluckhohn (1949: 35)
Sebagai
total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial yang diperoleh individu dari
grupnya.
10. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan
mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi,
dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.
11. Dr. K. Kupper
Kebudayaan
merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam
bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
12. William H. Haviland
Kebudayaan
adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota
masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan
perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
13. Francis Merill
Kwbudayaan merupakan Pola-pola
perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social,semua perilaku dan semua produk
yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan
melalui interaksi simbolis.
14. Bounded et.al
Kebudayaan
adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan
manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai
rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara
para anggota suatu masyarakat.
15. Mitchell (Dictionary of
Soriblogy)
Kebudayaan
adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan
produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan
sekedar di alihkan secara genetikal.
16. Robert H Lowie
Kebudayaan
adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup
kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian
yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan
masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
17.Edward Spranger
Kebudayaan
sebagai segala bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat. Sedangkan
peradaban ialah perwujudan kemajuan teknologi dan pola material kehidupannya.
18.Herskovits
Herskovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke
generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik.
19.Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan
adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.
20. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan
berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh
kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk
mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya
guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib
dan damai.
21. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil
usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam
penghidupan.
22.Effat al-Syarqawi
yang
mengartikan kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat
yang tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian
dan nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna
rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu
Definisi
kualitas menurut para ahli :
1.Juran (1962)“kualitas adalah kesesuaian dengan tujuan atau manfaatnya.”Crosby (1979) “kualitas adalah kesesuaian dengan kebutuhan yang meliputiavailability, delivery, realibility, maintainability, dan cost effectivenes
2.Feigenbaum (1991)
“kualitas merupakan keseluruhan karakteristik produk dan jasa yang meliputi marketing, engineering, manufacture , dan maintenance,dalam mana produk dan jasa tersebut dalam pemakaianya akan sesuai dengankebutuhan dan harapan pelanggan.
3.Elliot (1993)
“kualitas adalah sesuatu yang berbeda untuk orang yang berbedadan tergantung pada waktu dan tempat atau dikatakan sesuai dengan tujuan.
4.American Society for quality Control
kualitas adalah totalitas bentuk dan karakteristik barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tampak jelas maupun tersembunyi (Render dan Herizer, 1997:92).
5.Ariani, 2004: 3
Ada dua segi umum tentang kualitas yaitu, kualitas rancangan dankualitas kecocokan. Semua barang dan jasa dihasilkan dalam berbagai tingkatkualitas. Variasi dalam tingkat ini memang disengaja,
6.Deming
berpendapat Pengertian Definisi Kualitas adalah ‘mempertemukan kebutuhan dan harapan konsumen secara berkelanjutan atas harga yang telah merekabayarkan’. Filosofi Deming membangun kualitas sebagai suatu sistem (Bhat dan Cozzolino, 1993:1
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Rancangan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah
observasi/riset, adalah tekhnik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan
pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat lebih dekat
kegiatan yang sedang dilakukan. Dengan melakukan observasi kita dapat
menjelaskan secara tepat, akurat, dan teliti, tidak boleh dibuat-buat sesuai
keinginan penulis.
3.2 Tempat
dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Dalam mengerjakan tugas ini penulis melakukan
penelitian di ANJUNGAN JAMBI yang berlokasi di TAMAN MINI INDONESIA
INDAH(TMII). Lokasi tersebut dipilih karena memiliki semua aspek pendukung agar
penelitian dapat berjalan dengan baik.
2.
Waktu Penelitian
Penelitian
ini dilaksanakan pada tanggal 17 mei 2015 pukul 09.00 – 10.15 WIB.
3.3 Jenis Kegiatan
·
KEGIATAN AWAL
Tiba dilokasi anjungan Sulawesi Tenggara pada
pukul 07.00 WIB.
Untuk melakukan pembagian lokasi penelitian,
pembagian tema, dan judul yang akan di observasi. Lalu dari tema yang sudah ada
dibuat pertanyaan tentang apa yang diperlukan dalam mengumpulkan data-data dari
tempat penelitian tersebut yaitu anjungan Jambi yang berada di taman mini
Indonesia indah (tmii) dan sebelum menuju ke tempan penelitian setiap kelompok
harus mempresentasikan yel-yel yang sudah dibuat sebelumnya.
·
KEGIATAN INTI
Berangkat menuju lokasi yang sudah di berikan
yaitu anjungan Jambi yang berada di taman mini Indonesia indah(TMII). Setelah
sampai, kita melakukan wawancara kepada beberapa orang yang berada di anjungan
Jambi, yaitu mewawancarai kepala atau pimpinan dari anjungan jambi,
mewawancarai staff anjungan jambi, mewawancarai petugas keamanan anjungan
jambi, mewawancarai pedagang yang berada di anjungan jambi, mewawancarai
beberapa pengunjung anjungan jambi. Dengan mewawancarai beberapa orang yang
berada di anjungan jambi kita bertujuan agar dapat mengetahu apa motivasi orang
datang ke sana dan bagaimana kinerja karyawan yang ada di anjungan jambi.
·
KEGIATAN AKHIR
Setelah selesai melakukan penelitian kami
berkumpul kembali di anjungan Sulawesi tenggara pada pukul 10.15 WIB untuk
berkoordinasi kembali kepada dosen yang bersangkutan untuk pembuatan dan
pembagian tugas.
3.4 Sejarah
Anjungan Jambi
Propinsi
Jambi mempunyai luas 53.435,72 km2, terletak di tengah pulau
Sumatera.Di sebelah utara berbatasan dengan Propinsi Riau, sebelah selatan
dengan propinsi Sumatera Selatanm sebelah barat dengan propinsi Sumatera Barat
dan sebelah timur dengan Selat Berhala.
Anjungan Jambi di
TMII adalah gambaran mengenai daerah tersebut dengan diwakili oleh sebuah
bangunan yang terdiri dari bangunan rumah adat yang berbentuk panggung terbuat
dari kayu Bulian.
3.5
Struktur Organisasi dan Funsinya
Struktur Organisasi adalah suatu
susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu
organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk
mencapai tujuan yang di harapakan dan di inginkan. Struktur Organisasi
menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan
yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Oleh karena itu
dengan adanya struktur organisasi itu bisa mempermudah pembagian tugas sesuai
dengan pekerjaan masing-masing.
Adapun struktur organisasi dan tugas
yang terdapat di anjungan jambi adalah sebagai berikut:

KEPALA
ANJUNGAN
Adalah orang yang mempunyai tanggung jawab
untuk memimpin, mengkoordinasi, mengawasi, dan mengendalikan pelaksanaan tugas
dan fungsi anjungan di wilayah tempat kerjanya.
KELOMPOK
JABATAN FUNGSIONAL
Adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi, tugas, tanggung jawab dan
wewenang seorang pegawai yang berkaitan dengan pelayanan fungsional yang
berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.
SUB BAGIAN TATA
USAHA
Adalah
orang yang memiliki tugas sebagai berikut :
·
Merencanakan program kerja dan rencana kegiatan ketatausahaan;
·
Menyiapkan bahan penyusunan usulan rencana anggaran belanja
ketatausahaan;
·
Menghimpun dan mempelajari pedoman
pelaksanaan tugas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
·
Mengatur
dan menyelenggarakan urusan surat menyurat serta penyimpanan arsip/dokumen;
·
Memantau, memeriksa dan meneliti pekerjaan staf;
·
Melaporkan pelaksanaan program kerja dan kegiatan kepada Kepala
Kantor;
·
Memberi masukan, saran, pendapat dan pertimbangan kepada Kepala
Kantor sesuai bidang tugas;
·
Melaksanakan tugas lain yang
diberikan Kepala Kantor.
SEKSI PROTOKOL DAN HUMAS
Adalah
orang yang memiliki tugas sebagai berikut :
·
Menyusun
dan menyelaraskan program kerja
·
Melaksanakan
fasilitasi dan koordinasi sesuai dengan tugasnya
·
Menyusun
dan menyelaraskan rencana / program kerja, pedoman dan petunjuk teknis
·
Menyusun
pedoman dan petunjuk teknis, mengumpulkan, menggandakan, mendokumentasikan,
mendistribusikan dan mempublikasikan pelaksanaan kegiatan pemerintahan daerah;
·
Melaksanakan
evaluasi dan membuat laporan terhadap pelaksanaan tugas.
SEKSI HUBUNGAN ANTAR
LEMBAGA
Seksi hubungan antar lembaga mempunyai tugas
menyiapkan bahan merumuskan kebijakan teknis, melaksanakan fasilitasi hubungan
antara pemerintah. Adapun tugas yang dimiliki adalah sebagai berikut:
·
Menyusun dan menyelaraskan rencana / program
kerja di seksi hubungan antar lembaga;
·
Mempersiapkan bahan dan merumuskan kebijakan
teknis hubungan antar lembaga;
·
Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan
di bidang hubungan antar lembaga;
·
Mengevaluasi dan membuat laporan pelaksanaan
tugas di seksi hubungan antar lembaga;
·
Melaksanakan tugas kedinasan lain yag di
berikan oleh Kepala Kantor;
·
Mengelola sarana
dan prasarana hubungan antar lembaga.
SEKSI
PROMOSI DAN INFORMASI
Adalah
orang yang memiliki tugas sebagai berikut :
·
Menyusun rencana program/kegiatan seksi
promosi di bidang informasi.
·
Mengumpulkan dan mengkaji bahan perumusan
kebijakan teknis promosi dan informasi.
·
Melaksanakan perencanaan, pembinaan,
pengendalian dan pengembangan promosi dan informasi.
·
Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data
promosi dan informasi untuk menentukan prioritas program.
·
Mengkoordinasikan Satuan Kerja Perangkat
Daerah terkait dalam pameran promosi daerah.
·
Melaksanakan kegiatan promosi penanaman modal
pengawasan dan evaluasi bidang promosi daerah.
·
Memberikan dan mengawasi persetujuan
penyelenggaraan pameran dagang nasional dan lokal.
·
Memberi petunjuk, mengawasi dan mengevaluasi
pelaksanaan tugas bawahan.
·
Memberikan saran dan pertimbangan kepada
atasan sebagai bahan masukan.
·
Melaksanakan tertib administrasi pelaksanaan
tugas/kegiatan seksi promosi dan informasi.
·
Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun
laporan pelaksanaan tugas/kegiatan seksi promosi dan informasi.






0 komentar:
Posting Komentar